It's Me

It's Me
It's me

Minggu, 03 Januari 2010

UKM Cukup Mempengaruhi KOPERASI

menggerakkan ekonomi rakyat sesungguhnya tidak
terlepas dari pembicaraan terhadap usaha memberdayakan UMKM, karena
sampai dengan akhir tahun 2006 BPS menginformasikan bahwa 48,258 juta,
atau 99,99 % unit usaha yang ada di Indonesia tergolong dalam kelompok
(UMKM). Kelompok usaha ini mampu menyerap tenaga kerja lebih kurang 87 %
dari jumlah tenaga kerja produktif yang tersedia. Sedangkan sumbangannya
terhadap PDB mencapai 54 %. Data tersebut mengindikasikan bahwa pada
dasarnya UMKM merupakan kelompok usaha yang memiliki potensi besar untuk
mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran. Keunggulan UMKM dalam
hal ini dimungkinkan karena adanya beberapa karakter spesifik UMKM yaitu :
a. Sebagian besar usaha KUMKM merupakan kegiatan padat karya, yang
banyak memanfaat sumberdaya lokal;
b. Selang waktu produksi (time lag) relatif singkat, atau produksi dapat
dilakukan secara cepat;
c. Nilai ICOR kegiatan kegiatan KUMKM relatif rendah.
Disamping memiliki keunggulan yang sangat prospektif di atas, UMKM
juga menghadapi permasalahan yang tidak sedikit. Pemberdayaan UMKM dan
koperasi sampai sekarang ini masih bergelut pada masalah-masalah klasik
seperti kesulitan akses terhadap permodalan, pasar, teknologi dan informasi.
Masalah rendahnya kualitas SDM UMKM, masalah belum optimalnya fungsi
lembaga pemberdayaan UMKM dan masalah iklim usaha yang belum
sepenuhnya berpihak kepada UMKM. Kondisi yang demikian menyebabkan
upaya-upaya yang dilakukan oleh UMKM sendiri terlihat masih berjalan ditempat.

Pada dasarnya ditembahkan negara memang sebagai wadah namun masyarakat masih terkadang bingung dengan adanya UKM terhadap pencimplungan Koperasi sebagai ajang pembantu terlaksaanya UKM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GBU..